Selasa, 23 Juli 2019

thumbnail

5 Hal Sepele yang Bikin Liburanmu Berantakan

Posted by By Admin  | No comments


Liburan menjadi momen yang paling dinanti oleh sebagian orang apalagi bagi mereka yang berkutat dengan banyaknya pekerjaan tentu membutuhkan waktu sejenak untuk merelaksasi pikiran. Liburan memang menyenangkan, tapi sayangnya banyak orang yang justru tidak memanfaatkan momen tersebut dengan baik.

Bukannya senang-senang, liburan malah bikin jengkel atau bahkan malah menambah masalah baru untuk kamu. Sadar atau tidak, kejadian-kejadian yang menyebalkan selama liburan sebenarnya sering disebabkan oleh hal-hal sepele. Kamu pun bisa saja tidak menyadarinya. Nah, supaya liburanmu selalu berjalan menyenangkan, sebaiknya jangan lakukan lima hal sepele seperti di bawah ini.

1. Kurang mengetahui kondisi tempat wisata yang akan dikunjungi

Liburan memang bikin seseorang menjadi excited. Namun sayangnya, hal tersebut seringkali membuat orang jadi kurang persiapan. Akibatnya, itinerary pun jadi terbengkalai. Jika tak ingin momen liburan rusak hanya karena kurangnya persiapan, alangkah lebih baik untuk merencanakan liburanmu secara matang.

Jika Negeri Singa jadi tujuan liburanmu kali ini, mulailah untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan detail dan terstruktur. Setelah berhasil mendapatkan tiket pesawat ke Singapura, selanjutnya kamu hanya perlu mencari informasi mengenai tempat wisata yang ada di sana. Saat menentukan tempat wisata, jangan hanya melihat bentuk tempatnya saja, tapi kamu juga harus memerhatikan keamanan dan kenyamanannya.

2. Sibuk membuka pesan atau surel seputar pekerjaan

Guys, waktu liburan adalah saatnya kamu untuk senang-senang dan melupakan sejenak tentang hal berbau pekerjaan. Jangan sia-siakan waktu liburanmu dengan terus-terusan membuka pesan atau surel. Manfaatkan momen liburan sebaik mungkin. Jangan sampai kamu menyesal karena terlalu sibuk memantau pekerjaan. Selain menyita waktu dan momen berharga, membuka pesan atau surel juga bikin mood kamu berubah, loh. Terlebih kalau pesan tersebut berisi tugas dari kanor.

3. Jumlah destinasi wisata yang tak selaras dengan waktu yang dimiliki

Setiap orang yang liburan tentu ingin memaksimalkan waktu liburannya sebaik mungkin. Waktu liburan yang tak lama seringkali memaksa orang untuk memadatkan itinerary. Padahal, memaksakan kehendak juga tak baik untuk kelancaran perjalanan liburanmu. Jika tak ingin jatuh sakit akibat kelelahan, jangan membuat itinerary yang terlalu padat.

Selipkan waktu istirahat yang lama guna me-recharge kembali energimu. Utamakan kondisi tubuh dan beristirahatlah ketika tubuh telah memberikan sinyal lelah. Coba saring kembali tempat wisata yang benar-benar ingin kamu kunjungi dan sesuaikan lokasinya dengan waktu yang kamu miliki.

4. Terlalu nyaman di hotel sehingga lupa kalau sedang liburan

Siapa di antara kamu yang pernah mengalami hal ini? Sesenang apa pun kamu saat liburan, kamu pasti akan merasa lelah. Jika sudah begini, biasanya kamu hanya ingin tiduran di kasur hotel yang empuk. Alhasil, kamu jadi lupa dengan tujuan utamamu, yakni berlibur. Istirahat memang diwajibkan, tapi jangan sampai mengubah rencana yang sudah disepakati sedari awal. Sayang banget, kan, tiket yang sudah dibeli mahal-mahal tapi malah kamu sia-siakan begitu saja. Belum lagi menyia-nyiakan datar perjalanan yang sudah capek kamu buat sebelumnya.

5. Kurang memperhatikan biaya makan

Wisata kuliner tentu jadi aktivitas yang tak boleh kamu lewatkan saat traveling. Namun sayangnya, kebanyakan orang justru kurang memerhatikan biaya makan sehingga uang habis hanya untuk kulineran. Padahal waktu liburanmu masih panjang dan kamu harus membiayai hidupmu sampai hari kepulangan tiba. Jika tak ingin uang habis hanya untuk membeli makan yang sebelumnya tidak kamu rencanakan, lebih baik untuk mengatur keuanganmu sebaik mungkin, apalagi kalau bujet liburannya pas-pasan.

Jadi, mulailah untuk mempersiapkan rencana liburanmu sebaik mungkin agar momen liburan tidak rusak hanya karena hal sepele seperti di atas.




Read More»

Jumat, 19 Juli 2019

thumbnail

Sisihkan Waktu 2 Jam per Minggu Nikmati Alam, Kesehatan Fisik dan Mental Anda Akan Lebih Baik

Posted by By Admin  | No comments


Nggak rugi bagi Anda yang punya hobi travelling nikmati alam, karena ada sisi positif bagi kesehatan Anda. Dilansir bisnis.com, penelitian dari European Centre for Environment and Human Health, University of Exeter Medical School di Inggris menyebutkan bahwa orang-orang yang menikmati alam setidaknya 120 menit atau 2 jam per minggu dinilai memiliki kesehatan yang lebih baik secara fisik dan mental.

Peneliti menemukan bahwa tidak masalah bagaimana cara menikmati waktu di luar ruangan, tetapi makin besar dosis paparan alam, makin besar manfaatnya. “Banyak yang sudah menganjurkan untuk menikmati aktivitas di luar ruangan atau di alam, tetapi belum ada yang menentukan berapa banyak waktu yang cukup untuk menikmati alam,” ujar peneliti, Mathew White.

Penelitian dilakukan dengan menganalisis 19.800 tanggapan pada 2014-2016 dalam survei nasional pemerintah Inggris. Survei itu menilai tentang "keterlibatan dengan lingkungan alam" dan kaitannya dengan kesehatan dan kesejahteraan.

Peserta ditanya tentang aktivitas mereka dengan alam selama minggu sebelumnya, seperti berkunjung ke taman, area alam, pantai, tanah pertanian, bukit, dan sungai. Tetapi alam atau luar ruang tidak termasuk perjalanan rutin atau waktu yang dihabiskan di kebun sendiri.

Mereka juga ditanya tentang kesehatan dan kesejahteraan dengan pertanyaan, "bagaimana kesehatan Anda secara umum?" dan "secara keseluruhan, seberapa puaskah Anda dengan kehidupan saat ini?"

Tim White menemukan bahwa orang yang menghabiskan 2 jam di alam di minggu sebelumnya ternyata 23% lebih tinggi melaporkan soal kesejahteraannya yang baik dan 59% lebih tinggi melaporkan tentang kesehatannya yang baik, dibandingkan dengan mereka yang tidak beraktivitas di alam.

Efek positif ini terus meningkat ketika orang menghabiskan waktu lebih lama di luar ruang, yakni memuncak sekitar 3 jam per minggu untuk kesehatan dan 5 jam per minggu untuk ketenangan atau kesejahteraan.

Para peneliti menyesuaikan dengan jenis kelamin, usia, masalah kesehatan atau kecacatan, serta faktor sosial ekonomi dan tingkat polusi udara lokal, tetapi efeknya berlaku untuk semua jenis orang. Artinya, efek menikmati alam bagi kesehatan dan kesejahteraan berlaku bagi semua orang.




Read More»

    If you would like to receive our RSS updates via email, simply enter your email address below click subscribe.

Discussion

Tags

Cari Blog Ini

© 2013 slnnews.co. WP Theme-junkie converted by Bloggertheme9 Published..Blogger Templates
Blogger template. Proudly Powered by Blogger.
back to top