Sabtu, 17 Agustus 2019

thumbnail

Kejutan dari Grab, Luncurkan Taksi Argo dengan Nama Greenline

Posted by By Admin  | No comments




Grab, perusahaan perjalanan bersama terbesar di Asia Tenggara, meluncurkan taksi dengan argometer yang disebut Greenline.

Melihat taksi dengan armada mobil Avanza terlihat di pusat perbelanjaan Plaza Semanggi, yang dimiliki oleh Grup Lippo, yang juga menyuntikkan modal ke Grab. Bahkan di mal ini ada basis khusus untuk taksi Greenline.

Menurut informasi yang dihimpun oleh CNBC Indonesia, taksi ini dikelola melalui PT Technology Transportation Indonesia.

Sementara itu, menurut informasi di situs web Grab, Greenline dapat ditemukan dengan berhenti di jalan, pangkalan resmi, melalui call center atau aplikasi Grab.

Taksi ini hanya beroperasi di wilayah metropolitan Jakarta. Taksi ini juga memiliki tempat berlindung di bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma.

Seperti diketahui, Grab adalah salah satu pelopor taksi online di kawasan Asia Tenggara. Pada awalnya, Grab mendapat perlawanan dari taksi konvensional di beberapa negara.

Sebab, pada awalnya, industri taksi online tidak memiliki aturan yang jelas, seperti tarif dan area operasional. Namun, beberapa negara kemudian mengatur taksi online, termasuk persaingan yang adil dengan taksi konvensional.

Bahkan di Jakarta konvensional ada pengecualian untuk beberapa aturan aneh dan genap, yang membuatnya bahkan lebih kompetitif.





Read More»

Jumat, 16 Agustus 2019

thumbnail

Awas! Ternyata Suka Pinjam Kabel Data untuk Isi Baterai Ponsel Ada Bahayanya

Posted by By Admin  | No comments



Menjadi hal yang jamak dilakukan pengguna smartphone, jika dihadapkan pada  situasi low bat pada perangkatnya akan meminjam kabel data/USB untuk nge-charge ponsel yang dimilikinya. Ini bisa terjadi karena lupa membawa, biasa terjadi di kantor saat bekerja atau di tempat-tempat umum. Bahkan lebih dari itu sampai meminjam
dari pihak yang tak dikenal.
 
Anda tentu belum menyadari, ternyata tindakan demikian tidak dibenarkan dari perspektif keamanan siber alias cybersecurity. Apa alasannya?
 
Berikut penjelasan panjang lebar mengenai hal ini dari  Charles Henderson, Global Managing Partner and Head of X-Force Red di IBM Security, seperti dikutip Forbes.com.yang dilansir detiknet.

"Dalam kehidupan, ada hal-hal tertentu yang mestinya tidak Anda pinjam, Jika Anda sedang liburan dan baru menyadari telah lupa membawa pakaian dalam, Anda pastinya takkan meminta rekan seperjalanan untuk meminjam pakaian dalam mereka. Anda akan ke toko dan membeli yang baru," ucapnya memberi gambaran.

Henderson sendiri memiliki sebuah tim berisikan peretas (hacker) yang biasa ditugasi para klien untuk menjebol sistem komputer mereka demi menguji adanya kerentanan tertentu. Nah, timnya tak jarang pula mengajari klien tersebut agar tak mudah percaya pada kabel charger pihak ketiga. Itu karena cyberhacker punya cara menanamkan malware, yang bisa diaktifkan secara remote, di dalamnya.

Ia lantas mengisahkan sebuah demontrasi pada DEF CON Hacking Conference di Las Vegas pada pekan lalu. Saat itu seorang hacker, yang disebut sebagai "MG", memamerkan sebuah kabel lightning iPhone yang sudah dimodifikasinya. Dengan menghubungkannya ke iPod atau Mac, MG secara jarak jauh bisa mengakses IP address kabel dan mengambil alih kendali Mac. MG juga mengklaim bisa secara remote "melenyapkan" malware yang tertanam sekaligus menghapus seluruh jejaknya. Ia menjual kabel-kabel itu USD 200 per unit.

Lebih lanjut, Henderson mengakui bahwa ancaman peretasan sebuah perangkat yang terjadi melalui kabel data charger semacam itu memang belum merebak pada saat ini. "Namun, hanya karena kita belum melihat adanya serangan luas tidaklah berarti kita tidak akan menemukan kasus semacam itu. Faktanya, cara ini (serangan lewat kabel data) memang bisa dilakukan."

"Teknologinya sangat mungil dan amat murah. Sedemikian kecilnya sehingga bisa saja terlihat seperti kabel biasa, tapi nyatanya punya kemampuan untuk menanamkan malware pada korban," imbuh Henderson.

"Hal-hal macam ini akan terus bertambah murah untuk diproduksi dan (potensi ancamannya) bukanlah sesuatu yang dengan mudah bisa disadari konsumen awam ketika akhirnya sampai ke skala besar," tuturnya.

Untuk saat ini, Henderson menyatakan bahwa potensi ancaman yang lebih nyata sudah ada pada lokasi yang memungkinkan pengguna nge-charge gagdet di tempat-tempat umum, yang menggunakan port USB Di bandara, misalnya.

"Kita sudah menemui dua kasus di mana ada orang yang memodifikasi tempat stasiun charger. Saya tidak bicara soal outlet listrik melainkan port USB di tempat pengisian tersebut," ucapnya.

"Berhati-hati mengenai apa yang Anda colokkan ke perangkat tak ubahnya (bersikap) higienis dalam teknologi. Itu bagaikan ketika Anda (berhati-hati) dalam membuka attachment email atau saat berbagi password. Dalam konteks komputasi, berbagi kabel adalah seperti berbagi password karena sebesar itulah kadar akses yang Anda hadapi dengan tipe teknologi ini," papar Henderson.

Jadi, sekali lagi, berhati-hatilah dengan kabel data/USB untuk ngecas smartphone. Jangan sembarangan colok kabel sekalipun kamu mendapatkannya dari, katakanlah, resepsionis di front desk hotel tempatmu menginap. Camkan kata-kata Henderson berikut ini.

"Jika front desk memiliki sekumpulan pakaian dalam, apa Anda mau memakainya?" tanyanya, kembali merujuk pada pengandaian awal ketika seseorang lupa bawa pakaian dalam saat sedang bepergian.





Read More»

Kamis, 15 Agustus 2019

thumbnail

Tidak Mau Kalah dengan Google, Huawei Bikin Aplikasi Peta Online

Posted by By Admin  | No comments



Menurut laporan, Huawei sedang mengembangkan peta online yang dibuatnya. Peluncuran peta online yang disebut Peta Kit dijadwalkan rilis Oktober 2019. Aplikasi ini akan menjadi pesaing Google Maps yang banyak digunakan pada ponsel Android.

Langkah Huawei dikenal sebagai cara mengantisipasi sanksi dari pemerintah Amerika Serikat (AS) yang memasukkannya ke dalam daftar hitam. Kekhawatiran tentang tidak dapat menggunakan perangkat Android di Amerika Serikat membuat Huawei meluncurkan sistem operasi yang disebut Harmony pada awal Agustus 2019.

Dikutip oleh Gizmochina, Kamis (15/8/2019), aplikasi peta online Huawei, Map Kit, tidak akan tersedia langsung ke konsumen. Aplikasi digital ini dirancang khusus untuk membuat aplikasi lain yang menggunakan kemampuan peta.

"Map Kit menyediakan informasi terkait kondisi lalu lintas waktu-nyata. Sistem navigasi ini juga kompatibel dengan teknologi Augmented Reality (AR)," kata Zhang Pigan, Presiden Layanan Cloud dari Huawei Consumer Group.

Kit Peta akan datang dengan kombinasi aplikasi lain yang dikembangkan oleh Huawei, seperti Kit Situs, Kit Lokasi, dan Kit Drive. Kit Peta akan mencapai 150 negara. Dalam proses pemetaan, aplikasi Huawei Map Kit akan menggunakan jaringan transmisi sinyal seluler di beberapa negara.



 
Read More»

Rabu, 31 Juli 2019

thumbnail

Tak Bayar Pajak, Ferrari Ini puni Digilas Buldoser

Posted by By Admin  | No comments


Tindakan tanpa ampun diterapkan pemerintah Filipina dalam upaya menindak kendaraan yang diimpor secara ilegal. Tak tanggung-tanggung, tidak hanya cukup disita namun kendaraan itu dihancurkan dengan cara digilas menggunakan buldoser.

Seperti dilansir detik.com, aksi Duterte memberantas kendaraan 'haram' dengan buldoser ini  disiarkan oleh stasiun berita lokal GMA News Selasa (23/7/2019). Dalam berita tersebut, tampak sebuah unit Ferrari 360 Spider digilas sampai rata oleh buldoser.

"Kendaraan itu (Ferrari 360) dinyatakan salah karena (pemiliknya) menghindari pembayaran pajak," terang petugas bea cukai setempat, Rey Leonardo Guerrero.

Kebijakan ini ternyata bukan kali pertama dilakukan oleh Duterte. Pada Agustus tahun lalu misalnya, Duterte menghancurkan 68 kendaraan roda 4 yang terbukti diimpor secara ilegal.

Di antara mobil-mobil tersebut ada merek besar seperti Lamborghini Gallardo, Porsche 911, beberapa unit BMW, Ford Mustang convertible, Nissan Skyline, dan masih banyak lagi.

Melalui kebijakan ini, Presiden Filipina tersebut ingin memberi pesan yang jelas kepada para importir ilegal, bahwa mereka tidak diberi ruang gerak untuk menjalankan bisnisnya.

Sebenarnya ada alternatif lain untuk memberantas praktik tersebut, yakni dengan menyita mobil ilegal, menjualnya di pelelangan dan pemerintah Filipina bisa mendapatkan keuntungan dari hasil penjualannya. Tapi ternyata Duterte memilih cara lain yang lebih ekstrem. 


Bagaimana dengan Indonesia? Apakah akan diberlakukan tindakan yang tegas seperti itu. Kita tunggu keseriusan aparat berwenang menegakkan hukum yang ada.



 




Read More»

Senin, 29 Juli 2019

thumbnail

Samsung Galaxy Note 10 Punya Layar Terluas dari Semua Ponsel yang Ada

Posted by By Admin  | No comments



Samsung Galaxy Note 10 yang bakal diluncurkan pada 8 Agustus 2019 nantiakan menjadi ponsel dengan layar paling luas. Pegiat teknologi asal India, Ishan Argawal, mengatakan luas layar Samsung Galaxy Note 10 mencapai 92,5% dari luas seluruh bodi ponsel.

Dilaporkan Phone Arena, Jumat (26/7/2019), Ishan menyatakan luas layar Samsung Galaxy Note 10 memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang Huawei P30 Pro dengan rasio 88,5%.

Layar Samsung Galaxy Note 10 bisa mencapai rasio 92,5% karena bezel samping yang sangat tipis, yakni 1,5 mm. Sedangkan bezel atas mencapai 2 mm dan bezel bawah 3,7 mm. Lubang kamera depan yang cukup kecil membuat layar Samsung Galaxy Note 10 sangat luas.

Samsung Galaxy Note 10 yang baru akan diluncurkan pada 8 Agustus 2019 mendatang memang sudah sangat dinanti sebagian kalangan. Meski belum diluncurkan, smartphone terbaru daru Samsung itu sudah bisa dipesan secara pre-order di Filipina.

Samsung Galxay Note 10 disebut-sebut bakal mengantongi chipset Snapdragon 855+. Akan ada tiga varian Samsung Galaxy Note 10, yakni Galaxy Note 10, Galaxy Note 10+, dan Galaxy Note 10+ 5G.
 
 
 
 
Read More»

thumbnail

Traveller yang Baik akan Lakukan 7 Hal Penting ini Sebelum Keluar dari Kamar Hotel

Posted by By Admin  | No comments


Keluar kamar hotel dalam kondisi berantakan? Tentu ini bukan sifat seorang traveller yang baik. Meninggalkan kamar hotel dengan rapi selain akan menjadi cerminan sikap Anda sebagai seorang traveller juga tidak sedikit akan mendatangkn manfaat bagi Anda sendiri. Misalnya saja bisa
mencegah barang-barang pribadi Anda tertinggal di hotel.

Apa saja yang harus dilakukan sebelum keluar dari hotel? Berikut 7 hal diantaranya, seperti ditulis wolipop yang dikutip dari Aol..

1. Cek Semua Tempat Termasuk Tempat Tidur

"Saya selalu melongok ke bawah tempat tidur dan lemari," kata Suzanne Markham-Bagnera, mantan general manager di School of Hospitality Administration, Boston University.

Hal ini semakin penting dilakukan apabila membawa anak kecil ikut serta. Menurut Suzanne, anak-anak cenderung suka menyembunyikan barang dan melupakannya.

2. Rapikan Tempat Tidur

Suzanne juga menyarankan untuk melipat seprai atau bed cover sebelum meninggalkan hotel. Sikap ini tidak hanya membantu staf lebih cepat membereskan kamar tapi juga memastikan tidak ada barang yang terselip di bawah seprai maupn selimut. Ia pun menyarankan untuk menaruh lipatan selimut atau seprai di kursi atau atas tempat tidur, jangan di lantai.

3. Taruh Handuk Bekas Pakai di Bak Mandi

Taruhlahh handuk bekas pakai di bath tub atau bak mandi, terutama jika masih basah. Dengan begitu staf cukup membawa tumpukan handuk basah dan menempatkannya di keranjang laundry.

"Cara ini membuat staf lebih cepat membereskan kamar," tuturnya.

4. Bawa Makanan Pribadi di Dalam Kulkas

Sebagian tamu menaruh makanan hasil belanjaan mereka di dalam kulkas. Saat akan check-out, pastikan kamu membawa serta makanan milikmu sendiri, jika masih ingin dikonsumsi. Tapi kalau sudah tak ingin dimakan/minum, buang di tempat sampah.

5. Tumpuk Kemasan Makanan Dekat Tempat Sampah

Rata-rata tempat sampah di hotel berukuran kecil, sehingga tidak cukup menampung kotak bekas makanan yang banyak jumlahnya. Jika malam sebelumnya kamu memesan banyak makanan, maka tumpuklah kemasannya di samping tempat sampah. Jangan dibiarkan berserakan di dalam kamar.

"Semakin kamu meninggalkan kamar dalam keadaan berantakan, semakin sulit pelayan hotel memebersihkan kamar itu," tegas Suzanne.

6. Kembalikan Furnitur ke Tempat Semula

Terkadang saat menginap di sebuah hotel, kita suka memindahkan kursi atau meja untuk memudahkan aktivitas. Terutama jika membawa anak kecil yang memang suka memindah-midahkan barang. Maka ada baiknya kamu mengembalikan furnitur ke tempat semula sebelum pergi untuk membantu staf hotel.

7. Jangan Lupa Cabut Charger

Adam Sperling, general manager di Hotel Commonwealth, mengatakan ia sering sekali menemukan charger yang tertinggal di kamar hotel dengan keadaan masih tercolok pada stop kontak.

"Kalau aku dapat satu dollar untuk setiap charger yang aku temukan (di kamar hotel), mungkin aku sudah bisa mengajak seluruh keluargaku liburan," tutur Adam.

Ya, charger menjadi salah satu barang yang paling sering tertinggal di kamar hotel. Meninggalkan charger dalam kondisi masih tercolok merupakan sebuah pemborosan energi. Belum lagi kamu akan kerepotan jika handphone habis batere dan ternyata charger tidak dibawa. 




Read More»

Kamis, 25 Juli 2019

thumbnail

All New Accord Tawarkan Fitur Keselamatan Canggih Honda Sensing

Posted by By Admin  | No comments



Sedan anyar Honda, All New Accord menawarkan adalah teknologi Honda Sensing. Fitur canggih ini mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pengemudi dan penumpang.

Honda Sensing memiliki lima fitur yakni Collision Mitigation Brake System (CMBS) yang terintegrasi dengan Forward Collision Warning (FCW), Road Departure Mitigation System (RDM) yang terintegrasi dengan Lane Departure Warning (LDW), Lane Keeping Assist System (LKAS), Adaptive Cruise Control (ACC) yang terintegrasi dengan Low Speed Follow (LSF), dan Auto-High Beam.

Sistem ini bekerja dengan sebuah kamera monokular dan wave-milimeter radar untuk terus menerus memantau dan menilai berbagai kondisi lalu lintas di depan kendaraan.

Jika diperlukan, sistem ini akan bekerja secara simultan dan kooperatif dengan fitur-fitur lain seperti VSA, EPS dan, brake assist untuk memberikan peringatan audio dan visual, atau melakukan tindakan korektif untuk membantu pengemudi menghindari tabrakan.

Jonfis Fandy, Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor, menegaskan bahwa kunci keselamatan berkendara tetap terletak pada sang pengemudi. Semua fitur canggih Honda Sensing hanya bersifat membantu pengemudi dalam berkendara.

"Berkendara secara baik dan benar atau taat aturan tetap menjadi kunci keselamatan. Dengan adanya Honda Sensing diharapkan dapat semakin meyakinkan seluruh penumpang di dalam mobil bahwa All New Honda Accord adalah kendaraan yang mengedepankan keamanan sekaligus kenyamanan," ujarnya, Rabu (24/7/2019).

Teknologi Honda Sensing saat ini diketahui hanya disematkan di All New Honda Accord dan menjadi benchmark sedan Honda ke depannya. Honda Prospect Motor meremajakan salah satu sedan andalannya ini di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 yang digelar di ICE BSD, Tangerang pada 18-28 Juli.[bisnis.com]




Read More»

    If you would like to receive our RSS updates via email, simply enter your email address below click subscribe.

Discussion

Cari Blog Ini

© 2013 slnnews.co. WP Theme-junkie converted by Bloggertheme9 Published..Blogger Templates
Blogger template. Proudly Powered by Blogger.
back to top