Jumat, 16 Agustus 2019

Awas! Ternyata Suka Pinjam Kabel Data untuk Isi Baterai Ponsel Ada Bahayanya

Published by By Admin on Jumat, 16 Agustus 2019  | No comments



Menjadi hal yang jamak dilakukan pengguna smartphone, jika dihadapkan pada  situasi low bat pada perangkatnya akan meminjam kabel data/USB untuk nge-charge ponsel yang dimilikinya. Ini bisa terjadi karena lupa membawa, biasa terjadi di kantor saat bekerja atau di tempat-tempat umum. Bahkan lebih dari itu sampai meminjam
dari pihak yang tak dikenal.
 
Anda tentu belum menyadari, ternyata tindakan demikian tidak dibenarkan dari perspektif keamanan siber alias cybersecurity. Apa alasannya?
 
Berikut penjelasan panjang lebar mengenai hal ini dari  Charles Henderson, Global Managing Partner and Head of X-Force Red di IBM Security, seperti dikutip Forbes.com.yang dilansir detiknet.

"Dalam kehidupan, ada hal-hal tertentu yang mestinya tidak Anda pinjam, Jika Anda sedang liburan dan baru menyadari telah lupa membawa pakaian dalam, Anda pastinya takkan meminta rekan seperjalanan untuk meminjam pakaian dalam mereka. Anda akan ke toko dan membeli yang baru," ucapnya memberi gambaran.

Henderson sendiri memiliki sebuah tim berisikan peretas (hacker) yang biasa ditugasi para klien untuk menjebol sistem komputer mereka demi menguji adanya kerentanan tertentu. Nah, timnya tak jarang pula mengajari klien tersebut agar tak mudah percaya pada kabel charger pihak ketiga. Itu karena cyberhacker punya cara menanamkan malware, yang bisa diaktifkan secara remote, di dalamnya.

Ia lantas mengisahkan sebuah demontrasi pada DEF CON Hacking Conference di Las Vegas pada pekan lalu. Saat itu seorang hacker, yang disebut sebagai "MG", memamerkan sebuah kabel lightning iPhone yang sudah dimodifikasinya. Dengan menghubungkannya ke iPod atau Mac, MG secara jarak jauh bisa mengakses IP address kabel dan mengambil alih kendali Mac. MG juga mengklaim bisa secara remote "melenyapkan" malware yang tertanam sekaligus menghapus seluruh jejaknya. Ia menjual kabel-kabel itu USD 200 per unit.

Lebih lanjut, Henderson mengakui bahwa ancaman peretasan sebuah perangkat yang terjadi melalui kabel data charger semacam itu memang belum merebak pada saat ini. "Namun, hanya karena kita belum melihat adanya serangan luas tidaklah berarti kita tidak akan menemukan kasus semacam itu. Faktanya, cara ini (serangan lewat kabel data) memang bisa dilakukan."

"Teknologinya sangat mungil dan amat murah. Sedemikian kecilnya sehingga bisa saja terlihat seperti kabel biasa, tapi nyatanya punya kemampuan untuk menanamkan malware pada korban," imbuh Henderson.

"Hal-hal macam ini akan terus bertambah murah untuk diproduksi dan (potensi ancamannya) bukanlah sesuatu yang dengan mudah bisa disadari konsumen awam ketika akhirnya sampai ke skala besar," tuturnya.

Untuk saat ini, Henderson menyatakan bahwa potensi ancaman yang lebih nyata sudah ada pada lokasi yang memungkinkan pengguna nge-charge gagdet di tempat-tempat umum, yang menggunakan port USB Di bandara, misalnya.

"Kita sudah menemui dua kasus di mana ada orang yang memodifikasi tempat stasiun charger. Saya tidak bicara soal outlet listrik melainkan port USB di tempat pengisian tersebut," ucapnya.

"Berhati-hati mengenai apa yang Anda colokkan ke perangkat tak ubahnya (bersikap) higienis dalam teknologi. Itu bagaikan ketika Anda (berhati-hati) dalam membuka attachment email atau saat berbagi password. Dalam konteks komputasi, berbagi kabel adalah seperti berbagi password karena sebesar itulah kadar akses yang Anda hadapi dengan tipe teknologi ini," papar Henderson.

Jadi, sekali lagi, berhati-hatilah dengan kabel data/USB untuk ngecas smartphone. Jangan sembarangan colok kabel sekalipun kamu mendapatkannya dari, katakanlah, resepsionis di front desk hotel tempatmu menginap. Camkan kata-kata Henderson berikut ini.

"Jika front desk memiliki sekumpulan pakaian dalam, apa Anda mau memakainya?" tanyanya, kembali merujuk pada pengandaian awal ketika seseorang lupa bawa pakaian dalam saat sedang bepergian.





Filed in :
About the Author

Write admin description here..

0 komentar:

    If you would like to receive our RSS updates via email, simply enter your email address below click subscribe.

Postingan Populer

Cari Blog Ini

© 2013 slnnews.co. WP Theme-junkie converted by Bloggertheme9 Published..Blogger Templates
Blogger template. Proudly Powered by Blogger.
back to top